Jumat, 02 Oktober 2009

...dua sisi....

Ow..ow...ow....lihat di sana, di sudut sebuah ruangan, di atas sebuah tempat yang selalu menjadi andalan untuk melepas segala penat, rasa gelisah, kecewa dan kebingungan sembari pasrah diri dalam buaian mimpi serta harapan akan hari pengganti yang lebih baik......Ah, seorang manusia....memandang sebuah buku di tangan sembari membalik halaman lembar demi lembar dengan durasi waktu antar lembar yang dibalik hampir konstan??!!!.....wow, sungguh hebat manusia ini, dia mampu mempertahankan kecepatan membacanya dalam waktu yang cukup lama......tapi tunggu dulu!!...aneh, tak satupun istilah-istilah maupun frasa yang ada dalam buku itu ada di dalam pikirannya??!!bukankah dia sedang membaca?? baiklah biar kudekati dia....hmmm....ternyata kamu....ekspresi wajah itu...aku hafal betul dan seandainya pun aku tidak bisa mendengar dan melihat apa yang ada di dalam hatimu, aku akan bisa segera menebaknya.....hmm...suara dari dalam hatimu semakin nyaring hai manusia....sadarkah kamu....kata-kata itu.....

”ya ampun, hari ini aku sial banget!!!”....
”tau ga sih dia kalo dah nyakitin aku??!!”...
”aku kecewa banget!!”...
”dasar egois...!!”...
”dia ngerti ga sih apa yang aku rasain?!!”....
”...emang ga bisa diandalkan..”
”ga pernah bisa ngertiin aku!!”
”..apa kamu tuh ga punya hati n perasaan sih?? haa..!!!”
” Ya Tuhan apa dia bener2 ga punya hati....seandainya dia tau perasaanku saat ini...!!!”

....hmm....kata2 yang membosankan...bagiku....tapi aku pun mengerti kalo itu adalah hal yang amat sangat wajar di dunianya....
Hei kamu...!!!...apakah kamu tau knp aku bisa dengan segera mengenalimu??!!....ahh, pertanyaan yang sia-sia.....sebelum aku melihatmu dan mulai mendekatimu, aku berada disamping manusia lain, dia duduk, sendirian, tetapi selalu berusaha untuk mempertahankan ekspresi wajahnya yang cool walaupun bertetes-tetes air matanya menolak untuk dipertahankan ditempatnya...dan dari dalam hatinya aku mendengar.....

“Hatiku rasanya sakit sekali....”
“ tapi knp?? apa karena yang dia lakukan padaku?..”
” aku merasa kecewa...”
” aku merasa tidak dihargai sebagaimana mestinya...”
”aku merasa selalu disalahkan...”
” aku merasa apa yang aku rasakan tidak penting baginya...”
” tapi...apakah aku pantas merasa semua ini?? ”
” mungkin....aku memang belum sepenuhnya membuka hatiku untuk mengerti dia...”
” ya...baiklah....aku akan berusaha menggunakan hatiku sepenuhnya untuk mengerti dia....memang, aku takut suatu saat nanti akan terasa lebih perih lagi....tetapi ada juga harapanku bahwa disitu juga aku akan menemukan penyembuh untuk perihku...”
” Ya Tuhanku....ampunilah segala pikiran dan perasaanku yang terlalu mengutamakan diriku sendiri...dan jika aku masih mendapat kesempatan itu, ijinkanlah aku untuk semakin berusaha mengerti apa arti cinta kasih yang sesungguhnya....dan saat itu, dampingilah aku ya Tuhanku supaya aku lebih kuat lagi...”

Kamu tau hai manusia...?? ketika dia berbicara kepada Tuanku...dia mendeskripsikan dengan amat sangat jelas kepada siapa segala harapan, niat tulus, komitmen, kesabaran, keterbukaan hati, kerelaan, kesanggupan, dan keistimewaan ingin dia lakukan......
....oh iya...dia menjabarkan sepanjang itu karena dia tidak berani menggunakan kata ”CINTA”...karena dia merasa belum sepenuhnya mengerti kata itu....
oleh karena itu....begitu melihatmu....aku langsung mengenalmu....
ya....dialah kekasihmu....
yang pada saat yang hampir bersamaan....kamu menghujatnya....
bahkan kepada Tuanku.....